Penumbuhan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler PAI SMKN 12 Bandung

Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah rancangan atau usaha-usaha yang dijalankan dalam bentuk kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, baik dilaksanakan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas wawasam pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang digunakan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran PAI yang dilakukan secara kurikuler. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan religiusitas peserta didik, juga kepedulian mereka terhadap kondisi  sosial budaya masyarakat di sekitar mereka. Di samping itu, kegiatan ekstrakurikuler sangat bermanfaat untuk membekali para peserta didik pelatihan untuk hidup bermasyarakat di kemudian hari, melatih untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai kebutuhan, bakat dan minatnya. (Dr. H. Rahmat Raharjo Syatibi, M.Ag.)

Hal ini sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional yang menggariskan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan setia menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mencapai pendidikan tersebut dibutuhkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan peserta didik , baik perkembangan intelektual, sosial, emosional, maupun perkembangan fisik peserta didik, termasuk di dalamnya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.  Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuter harus disusun secara terencana agar semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan PAI dapat berperan secara aktif mendukung tercapainya tujuan PAI. Agar penyelenggaraan program ekstrakurikuler berjalan efektif, efisien, dan terarah, memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan, maka harus dikelola secara terintegrasi dan berkesinambungan dengan program intrakurikuler PAI yang ada di sekolah.

 

Tujuan dilaksankannya esktrakurikuler PAI di SMK Negeri 12 Bandung diharapkan siswa dapat :

  1. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  2. Memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, akhlak, dan muamalah;
  3. Mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan agama Islam
  4. Menerapkan dan mengamalkan ajaran Islam dam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk mental spiritual yang jujur, amanah, disiplin, tanggung jawab, dermawan, sopan santun, dan mampu menghadapi tantangan-tantangan negatif, baik yang datang dari dirinya pribadi maupun dari luar dirinya
  5. Meningkatkan pengetahuan,keterampilan, kemampuan serta pengalaman dalam manajemen pengelolaan organisasi Rohis di SMK Negeri 12 Bandung.

 

Jenis kegiatan ekstrakurikuler PAI di SMKN 12 di antaranya:

  1. Belajar Membaca Al-Qur’an sesuai Kaidah Tajwid dan Makhrajul Khuruf
  2. Tahfidz al-Quran,
  3. Pembinaan Tilawah Al-Quran,
  4. Ceramah Keagamaan (muhadharah),
  5. Kaligrafi,
  6. Nasyid,
  7. Latihan Adzan
  8. Seni Rebana (marawis, hadroh, qasidah),
  9. Mengkaji Fiqh Ibadah
  10. Belajar Percakapan Bahasa Arab.

 

Waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler PAI dan BP di SMK Negeri 12 Bandung adalah hari sabtu dari jam 11.00 – 01.00 di Masjid Al-Iqra atau di Ruangan 01.03

 

Adapun kegiatan-kegiatan seperti: salat dhuha, salat berjama’ah, tadarus, salam, infak jum’at, doa sebelum dan sesudah belajar, asmaul husna, berbusana muslim, salat jum’at, pesantren kilat, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), wisata rohani, tadabbur alam, bakti sosial,  kelompok peduli teman asuh, santunan anak yatim, pengelola masjid/musalla, ESQ, penyembelihan hewan qurban, gerakan wakaf al-Quran, dan khatmil Quran merupakan kegiatan pembiasaan dalam rangka menciptakan religius culture di sekolah.

Proses pengintegrasian pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler dilakukan melalui serangkaian pembelajaran pembiasaan (habituasi) dalam kegiatan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung jawab, dan sebagainya. Melalui pengintegrasian pendidikan karakter yang dilakukan di sekolah/madrasah, diharapkan akan dapat mengarah pada pembentukan kultur sekolah (school culture) sebagai proses pembudayaan. Langkah yang dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, simbol-simbol yang dipraktekkan dalam kehidupan dengan diintegrasikan dalam materi pelajaran yang menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata, yang dalam hal ini melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Adapun tujuan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler, adalah membentuk karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi pada Iptek yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan karakter berfungsi (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berfikiran baik, dan berperilaku baik; (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur; (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang diminati siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bersifat nyata terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini kegiatan ekstrakurikuler bisa menjadi sarana efektif penanaman nilai dan karakter dalam tindakan praktik sehari-hari. (Dr. H. Rahmat Raharjo Syatibi, M.Ag)